Rabu, 09 Juli 2008

Jalan Utama di Sidikalang Rusak Berat

PULUHAN KILOMETER ruas jalan utama di 4 kabupaten di Sumatera Utara, yaitu Tapanuli Utara, Dairi, Tapanuli Tengah dan Karo, kini dalam keadaan rusak parah dan belum ada tanda-tanda bakal diperbaiki. Hujan yang sering turun belakangan ini membuat keadaan jalan makin sulit dilalui kendaraan, lantaran banyak lubang dan bahkan sebagian sudah menyerupai kubangan kerbau.
Seperti dilaporkan surat kabar Sinar Indonesia Baru (SIB), jalan nasional dari Merek (Kabupaten Karo) sampai Sidikalang (Kabupaten Dairi) sudah lama rusak. Sekarang kondisi jalan makin hancur, sangat menyulitkan dan membahayakan bagi pengguna jalan.
“Sudah parah kali, kita tidak mengerti sampai separah apalagi nanti baru diperbaiki,”ujar Simarmata (38)–seorang sopir angkutan umum jurusan Medan-Sidikalang, kepada wartawan Kamis (27/3). Dia bilang, kondisi jalan nasional tersebut akhir-akhir ini makin hancur saja akibat hujan yang kerap turun di kawasan tersebut belakagan ini.
Keluhan senada juga dikatakan Marpaung, warga Sidikalang. Beberapa hari lalu, dia naik sepedamotor dari Sidikalang ke Medan untuk suatu urusan. Namun ketika kembali ke Sidikalang dia tidak berani lagi naik motor. “Soalnya dari Sidikalang sampai Tanah Karo, jalannya rusak parah. Kita ngeri melihat mobil melaju kencang sambil bermanuver menghindari lobang, sampai-sampai seperti mau laga kambing saja dengan kendaraan di depannya,” katanya.
Sementara itu Maruli Purba dari Aliansi Rakyat Membangun Daerah (Armada) Kabupaten Dairi mengatakan,”Tidak kunjung diperbaikinya jalan itu secara tidak langsung merupakan ‘program’ pemerintah untuk pemiskinan rakyatnya. Kita juga mempertanyakan kemana dana pemeliharaan jalan itu ?”
Tarutung - Spoholon juga rusak
Jalan lintas Sumatera (Jalinsum) sepanjang 6 kilometer dari Tarutung ke Sipoholon, juga rusak berat. Sebagian besar sudah “kupak-kapik” karena banyaknya lubang di badan jalan. Kendaraan yang melewatinya terpaksa ekstra hati-hati, apalagi saat hujan turun, karena takut terperosok ke lubang jalan.
Kerusakan Jalinsum Tarutung- Sipoholon sudah berlangsung 2 tahun lebih. Tidak terlihat upaya pemda setempat memperbaiki, sehingga lubang-lubang yang berada di badan jalan semakin besar dan membahayakan pengemudi.
Penduduk di sepanjang jalan itu sengaja membuat pembatas dari batu di depan rumah, untuk mencegah kendaraan yang menghindar dari jalan berlubang masuk ke halaman rumah mereka.

Tidak ada komentar: