Rabu, 01 Oktober 2008

Wartawan - LSM Demo Kejari Sidikalang

SIDIKALANG ( Berita ) : Gabungan Wartawan dan LSM Peduli Hukum Dairi (GWPHD),mendemo Kejaksaan Negeri Sidikalang meminta Kejagung RI untuk mencopot Kajari Saut Simanjuntak,SH Senin [08/09].
Massa diterima Kajari diruang rapat kantor tersebut sekaligus sambil menyampaikan aspirasinya.Setelah selesai pertemuan dikantor Kajari , massa kembali mendatangi kantor DPRD Dairi yang diterima Ketua DPRD Leonard Samosir dan Ketua Komisi A,C.Dalam pertemuan tersebut dari pihak DPRD akan mengundang pihak Kajari untuk memberikan penjelasan tentang tuntutan wartawan dan LSM hari Jumat [13/09].
Pendemo membawa spanduk seperti Jaksa Urip ada di Dairi,Kajari Sidikalang masih mandul,Kajari Sidikalang lecehkan wartawan,usut dalang pemukulan,bapak Kejagung copot Kajari Sidikalang,Kajari Sidikalang alergi terhadap wartawan. Tak cuman itu,puluhan massa GWPHD mendatangi kantor Kajari Sidikalang sambil membawa seekor Kura-kura.
Kura-kura tersebut sebagai pertanda bahwa selama ini kinerja Saut Simanjuntak,SH sangat lambat.Sama seperti seekor Kura-kura yang tidak bias berjalan cepat.
Banyak kasus yang sudah sampai dan telah ditangani Kajari Sidikalang tapi penyelesaiannya tidak tuntas dan terkesan sangat lambat,ujar Sutan Sihombing,sebagai kordinator aksi tersebut.
Menurut GWPHD dalam pernyataan sikapnya yaitu terkait pemukulan wartawan yang dinilai bahwa kinerja Kejaksaan Negeri Sidikalang belum maksimal dalam penegakan hukum dan terkesan pilih kasih.Penanganan kasus korupsi DAK (Dana Alokasi Khusus) Tahun Anggaran 2006 -2007 dinyatakan bahwa penegak hukum tidak transparan dan sampai saat ini belum jelas penanganannya sehingga diduga menjadi “sapi perahan Kajari Sidikalang.
Selain itu,Rentut (Rencana Tuntutan) dan penangguhan penanganan dengan tegas dikatakan merupakan modus diduga dijadikan lahan empuk untuk memperkaya diri sendiri.
Penanganan Raskin 2007-2008 di Kecamatan Lae Parira bahwa Kajari tidak serius ,padahal berkasnya sudak di kejaksaantidak diproses alias mengendap.Berkenan keempat butir tersebut Kajari Sidikalang patut dipertanyakan kinerjanya.Diduga selama ini terjadi penyalahgunaan wewenang dan kekuasaan yang berakibat besar bagi kerugian masyarakat Dairi..Untuk itu,Kejagung diminta untuk copot Kajari Sidikalang.
Kajari Sidikalang Saut Simanjuntak,dalam pertemuan itu mengatakan bahwa kejaksaan dan wartawan ada balance.
Kajari sangat berterimakasih adanya control dari wartawan atas kinerjanya.Maka control tersebut sebagai kepedulian terhadap Dairi. Menanggapi KKN yang terjadi hal itu diakui ada namun,sepanjang ada akurasi dan tolong dibantu dalam mengungkap dengan data yang akurat.
Dalam hal pemukulan wartawan Kajari mengatakan sudah melimpahkan perkara acara pemeriksaan ke Pengadilan Sidikalang.Pemukulan wartawan yang dilakukan Herry Sihole dan Chrisman Boy Simbolon terhadap korban Josef Manurung.
Dengan dikenakan pasal 170 dan pasal 351 tentang penganyaan dikenakan hukuman kurungan paling lama lima tahun. Surat pelimpahan perkara/turunan nomor B-/N.2.18?Ep.1/09/2008 tanggal 04 september 2008.Surat dakwaan/turunan nomor:PDM-156/SDKAL/Ep.1/08/2008 tanggal 4 september 2008 dan Surat dakwaan/turunan nomor:PDM-157/SDKAL/Ep.1/09/2008 tanggal 4 september 2008. (hab)

Pesta Rakyat Simpedes BRI Sidikalang

SIDIKALANG (Berita): Pembukaan Pesta Rakya Simpedes (PRS) BRI Cabang Sidikalang, Sabtu (26/07), iring-iringan Marching Band SMA Katolik dan arakan Carnaval kendaraan tanda dibukanya pesta tersebut.
Pimpinan cabang BRI Sidikalang Elizoncius sianipar kepada wartawan mengatakan, pelaksanaan PRS BRI sesuai dengan keputusan pimpinan pusat BRI yang diteruskan kepada cabang BRI Sidikalang. Acara ini berbeda dengan yang sudah pernah dilaksanakan pada penarikan hadiah undian Simpedes BRI sebelumnya. Dimana pada saat sekarang diutamakan bukan hanya hadiah undian Simpedes tetapi para nasabah dapat merasakan, memiliki BRI dan betapa bergunanya apabila menjadi nasabah BRI.
Selain nasabah yang dilibatkan, anak didik sekolah juga turut serta diperankan pada PRS, karena BRI mencoba memberikan arti betapa pentingnya melakukan menabung pada masa sekolah yang akhirnya dapat meringankan beban orang tua siswa. Masyarakat yang datang ke PRS BRI dengan melihat kegiatan PRS secara nyata akan tergugah niat baiknya menjadi nasabah di BRI. BRI memiliki berbagai fasilitas layak jual terhadap nasabah mengenai transaksi yang kekuatan hukumnya sama.
PRS BRI dilaksanakan dalam empat tahap yaitu acara pawai, pesta panggung PRS, kegiatan panggung hiburan dan penarikan undian tabungan simpedes Minggu (27/07) pukul 13.00 siang. Acara PRS terebut disajikan berbeda dengan acara lainnya. Dilokasi PRS dapat dinikmati berbagai makanan dan minuman yang disediakan pedagang serta dapat melakukan transaksi Bank karena sengaja disediakan beberapa counter BRI. Mengenai biaya yang digunakan murni dari BRI dan tidak ada bantuan donator karena sebelum pelaksanaan PRS, BRI pusat sudah melakukan perencanaan anggaran biaya dan BRI cabang Sidikalang tinggal melaksanakan kegiatan dimaksud., kata Sianipar.
Ketua Kordinator Event yang juga kepala Unit Terminal BRI Sidikalang S. Sipayung menjelaskan, PRS BRI mempunyai beberapa event mulai dari lucky draw, foucer sampai penarikan undian tabungan simpedes. Sebelum pada hari penarikan undian, PRS menyajikan berbagai tari-tarian yang diiringi musik tradisional berupa gendang dari berbagai suku adat yang ada di Dairi serta dihibur artis terkenal yang didatangkan dari medan maupun dari sidikalang hanya untuk menghibur nasabah dan masyarakat yang hadir. Acara PRS BRI Sidikalang dihadiri pimpinan cabang BRI kabanjahe Yogie Indra Tenaya Barus beserta rombongan serta seluruh jajaran BRI cabang Sidikalang

Kelahiran Bayi dari Ibu Kurang Waras di Sidikalang

Seorang ibu yang mengalami gangguan kejiwaan di Sidikalang, Kabupaten Dairi Propinsi Sumatera Utara, melahirkan seorang bayi laki-laki di RSUD Sidikalang. Entah siapa ayahnya, kurang jelas diketahui. Yang pasti sang ibu penderita gangguan jiwa ini masih mampu mengenali tempat melahirkan yang tepat, yaitu di rumah sakit. Beberapa hari sebelum melahirkan, si ibu yang hamil tua ini terlihat berada di lingkungan RSUD Sidikalang dan seperti mengambil hati orang rumah sakit, dia merelakan diri membantu bersih-bersih di rumah sakit. Menyapu lantai rumah sakit dan membuang sampah-sampah yang ada di sekitar rumah sakit, barangkali diyakininya akan membuka hati petugas kesehatan di RSUD Sidikalang untuk membantunya bersalin. Dan, ternyata berhasil. Dia melahirkan seorang bayi mungil, laki-laki dengan kondisi yang sehat Senin (11/8).Entah, tidak masuk dalam memorinya lagi, usai melahirkan, si ibu ini meninggalkan saja bayinya di rumah sakit. Tidak mendapat pasokan makanan (ASI) dari ibunya, si bayi ini dipelihara pihak rumah sakit dengan memasukkannya dalam incubator. Si ibu yang kurang waras inipun kembali ke habitatnya, berjalan dengan pakaian kumal mengelilingi Kota Sidikalang. Mengulurkan tangan, buat memperolah sedekah.Sebagai orang yang kurang waras, warga Sidikalang mengakui bahwa dianya tergolong baik. Tidak pernah mengganggu orang. Cuma bicara kurang jelas, dan selalu berpindah dari satu tempat ke tempat lain mengharap mendapat uluran tangan orang-orang yang ditemuinya. Menurut dr. Saut Simanjuntak, SpOG salah seorang dokter kebidanan yang bertugas di RSUD Sidikalang via ponselnya mengatakan, bahwa ibu yang bersangkutan ini sudah dua kali melahirkan anak tanpa kejelasan ayah. Anak yang pertama, dia bawa dari rumah sakit untuk dirawat sendiri, ternyata beberapa waktu kemudian meninggal dunia, ditemukan terbungkus di tempat sampah.Entah karena faktor kasihan, iba dan ingin menolong sesama, seorang bidan di rumah sakit itu, mengajukan permohonan kepada Direktur RSUD Sidikalang, dr. Reinfil Capah, MKes, untuk mengadopsinya berhubung si bidan ini tidak memiliki anak laki-laki. Ketika dikonfirmasi kepada Renfil, dia mengakui bahwa seorang bidannya pernah mengajukan permohonan mengadopsi anak yang dilahirkan ibu yang kurang waras tersebut. "Bayi itu masih dirawat di ruang Melur," katanya. Barangkali, tanpa sepengetahuannya si Bidan tersebutitu sudah bertindak dan membawa sang bayi ke rumahnya. Sebab, kenyataan incubator di ruang Melur, sebagaimana diungkapkan Renfil, sudah kosong.Dr. Saut, menjelaskan bahwa orang yang mengadopsi anak adalah bidan br. Siagian yang juga bertugas di RSUD Sidikalang. Dan, secara formal pengurusan surat-surat terkait sedang dilaksanakan, dan direktur RSUD, mengetahui dan memberi ijin kepada yang bersangkutan untuk membawanya ke rumah untuk dirawat walau masih di bawah pengawasan rumah sakit. "Dia, melakukan itu atas dasar rasa kasihan dan keinginan menolong. Sebab, kalau dibiarkan di rumah sakit tentu si bayi itu kurang mendapat perawatan yang maksimal. Sementara ada orang yang mau merawatnya dan mengadopsinya," ujar Saut.Ketika ditanya soal adanya kemungkinan adopsi illegal, bahkan perdagangan anak, Saut menepisnya. "Bagaimana mungkin terjadi perdagangan anak oleh si Bidan ini, sebab dia melakukannya atas sepengetahuan manajemen rumah sakit," ungkapnya. "Soal, belum dimilikinya landasan formal pengadopsian anak, tentu itu bisa dilakukan seraya merawat anak itu. Sebab, anak ini membutuhkan penanganan yang manusiawi," tandasnya. Agar tidak terjadi kesimpangsiuran soal keberadaan bayi ini, sebaiknya pihak RSUD, terutama Direktur harus memperjelas ikhwal adopsi ini. Jika tidak, kemungkinan kecurigaan dugaan praktek perdagangan anak, atau adopsi yang tidak sesuai dengan prosedural hukum yang berlaku, sangat mungkin merebak. Sebab, bagaimana pun, bayi itu memiliki hak hidup yang jelas, walau dilahirkan oleh seorang perempuan yang kurang waras.